Peran Generasi Muda dalam Diplomasi Publik melalui Platform Digital

Sahabat MKAA
3 Tayangan

SMKAA-Pada Minggu, 27 April 2025, Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan acara khusus di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Bandung. Mahasiswa dari berbagai universitas hadir sebagai peserta utama. Tema yang diangkat adalah “Komunikasi Publik dan Diseminasi Informasi: Peran Engagement Kelompok Komunitas dalam Mendukung Pelaksanaan Politik Luar Negeri Indonesia melalui Platform Digital.” Forum ini menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan anak muda. Tujuannya untuk menggali aspirasi sekaligus memperkenalkan peran mereka dalam diplomasi publik berbasis digital.

Direktur Informasi dan Media, Hartyo Harkomoyo, menyampaikan bahwa diplomasi masa kini bersifat partisipatif. Sebab setiap dari kita adalah diplomat bangsa. Anak muda dinilai mampu membentuk citra positif Indonesia di ruang digital. Konten-konten kreatif yang mereka hasilkan diharapkan mampu membawa pengaruh besar terhadap persepsi global. Diplomasi publik, kini merambah media sosial dan platform online yang akrab di kalangan anak muda.

Saat ini, Indonesia masih berjuang memperbaiki citra sebagai negara berkembang di mata dunia. Untuk mengubah persepsi tersebut, diperlukan narasi segar yang mencerminkan kemajuan dan keberagaman. Kaum muda dapat menjadi penyampai pesan dengan pendekatan yang lebih adaptif. Lewat strategi kreatif, mereka bisa membantu menyebarluaskan nilai-nilai Indonesia melalui saluran digital seperti TikTok, Instagram, atau YouTube.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru lewat diskusi, tetapi juga diajak langsung mempraktikkannya. Dalam sesi praktik, peserta dilatih membuat video pendek bertema “70 Tahun Konferensi Asia Afrika.” Peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga langsung memproduksi konten. Tantangan ini membuka peluang bagi siapa saja untuk terlibat dalam diplomasi secara konkret. Lima karya terbaik mendapatkan apresiasi dari Kemenlu, menunjukkan bahwa aksi diplomasi kini bisa dilakukan dari gawai di genggaman tangan.

Edukator Museum KAA, Ginanjar Legiansyah, menegaskan pentingnya menjaga nilai “Semangat Bandung.” Solidaritas, kemerdekaan, dan kerja sama harus diwariskan ke generasi penerus. Sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu dihidupkan kembali. Beragam program interaktif seperti “Jika Aku Jurnalis KAA” dan “Jika Saya Delegasi KAA” dirancang untuk mendekatkan narasi sejarah dengan pendekatan kreatif yang relevan bagi kaum muda, agar mereka lebih tertarik untuk datang ke museum dan lebih mengenal sejarah.

Peran anak muda semakin terasa penting, mereka menjadi penghubung antara masa lalu dan masa depan bangsa. Melalui konten digital, mereka memperkenalkan Indonesia dengan cara yang lebih inklusif, segar, dan penuh semangat. Aktivitas ini juga memperkuat kontribusi Indonesia dalam hubungan internasional.

Kini, diplomasi publik hadir tidak hanya di kantor pemerintahan atau forum resmi. Ia juga berkembang dalam bentuk video, kampanye digital, dan cerita di media sosial. Para kreator muda memainkan peran penting melalui narasi yang menyentuh dan teknologi yang mereka kuasai.

Oleh karena itu, mari menjadi anak muda yang berani bersuara, kreatif dalam berkarya, dan aktif membangun citra bangsa. Jadilah cerminan diplomasi masa kini dan wujud nyata dari Semangat Bandung yang terus menyala. (Published on SMKAA Medium, May 4, 2025)

Penulis: Elsa Agustiani.

:

(0)